Burungpun menggapai Raja (Si-Murgh)-part 1
Segenap burung dari seluruh dunia yang dikenal maupun tidak, suatu ketika berkumpul. Mereka mengeluh, "di dunia ini tak ada yang tidak memiliki raja, bagaimana mungkin kerajaan burung bisa tak memiliki raja seorangpun sampai sekarang? Kita tidak boleh membiarkan keadaan ini berlangsung terus menerus. Kita harus segera mencari seorang raja untuk kita, karena tak ada pemerintahan yang baik tanpa seorang raja"
Merekapun mulai bersidang untuk memecahkan persoalan tersebut. Burung hudhud demikian tertarik dan dengan penuh harapan, ia maju kedepan. Burung hudhud, sebuah burung yang didadanya terdapat hiasan yang menandakan ia telah menguasai jalan ilmu rohani, jambul di kepalanya adalah mahkota kebenaran, dan iapun telah menguasai pengetahuan baik dan buruk.
"Saudaraku para burung,"kata Hudhud. "aku adalah salah seorang diantara mereka yang telah mengecap rahmat Tuhan. Aku adalah utusan dari alam gaib. Aku memiliki pengetahuan Ketuhanan dan rahasia makhluk-makhlukNya. Bila ada burung yang seperti aku, memiliki paruh bertanda nama Tuhan,bismilah, maka pantaslah ia untuk kalian ikuti, karena orang harus memiliki pengetahuan luas tentang rahasia alam gaib. Namun, hari-hari yang berseliweran tak ada putusnya dan aku tak punya sangkut paut lagi dengan apa dan siapapun. Seluruh diriku telah diliputi rasa cinta kepada Sang Raja. Aku bisa saja mendapatkan air dengan naluriku. Aku telah bercakap-cakap dengan nabi Sulaiman, beserta pengikut-pengikutnya yang utama. Sehari saja aku jauh dari sisinya, dikirimnya utusan kemana-mana untuk mencariku, sehingga kemuliaanku tak pernah berkurang karenanya. Akulah sahabatnya yag setia. Burung sahabat nabi yang punya mahkota dikepalanya.
Terbanglah kalian padaNya. Namun, mereka yang mampu terbang kesana adalah yang sanggup melepaskan belenggu diri sendiri. Bermurah hatilah sepanjang hidupmu, angkat kakimu dari bumi ini dan mulailah terbang sekarang juga. Tebanglah menuju istana sang Raja. Dia adalah raja dari sekalian burung. Dia dekat kepada kita, namun kita jauh darinya. Tempat persembunyiaNya sukar dicapai dan tak ada yang mampu mengucapkan tentangNya. Tak ada pengetahuan atau kepandaian yang mampu mengetahuiNya. Walau ribuan burung senantiasa merindukannya, pikiran tak mampu menguraikannya, jiwa yang murnipun tak dapat menggambarkannya. Dua penglihatan manusiapun akan buta dihadapanNya. Lantas apakah dapat kau jejakkan kaki dijalan itu dengan pikiran? Itu sama saja mengukur bulan dengan ikan kita.
Kau harus bekerja sekuat tenaga. Disertai senyum dan sesekali menangislah. Bersihkan dirimu dari kotoran hidup. Dengarlah. Pada mulanya si-Murgh terbang di atas negeri China, dan selembar bulunya jatuh disana, hingga membuat seluruh dunia tercengang karena keindahannya. Orang-orang mulai menggambarkan keindahan bulu itu dan dari gambar itulah tersusun sistem pemikiran, sehingga akhirnya kacau balau karena terlalu banyaknya. Bulu Si-Murgh itu masih tersimpan di negeri itu. Itulah sebabnya haditst nabi mengatakan "Carilah ilmu pengetahuan meski sampai ke negeri China."
Mendengar cerita Hudhud, burung-burungpun terpesona dan ramailah mereka membicarakan Sang Raja. Dan mereka terdorong untuk menjumpai Si-Murgh. Mereka semakin ingin menghadap Si-Murgh agar kedaulatan kerajaan dapat segera ditegakkan. Mereka mulai bersepakt untuk bekerjasama dan menahan diri (diri menjadi musuh). Namun saat mereka tersadar betapa beratnya jalan yang musti mereka jalani, beberapa dari mereka mulai bimbang dan mengemukakan alasan.
Burung Kenari berkata : ''seluruh umat manusia terpesona pada warna bulu Si-Murgh, lalu badanku ini yang mereka kurung. Maka hidupku diliputi kesedihan dan rindu, padahal buat terbang saja tidak bisa."
Burung Merak menyambut : "dulu aku hidup bersama Adam di sorga, namun akhirnya aku terusir bersama mereka. Maka tujuanku adalah kembali keasalku dan aku tak perlu bertualang mencari Si-Murgh."
Unggas menyahut:"aku telah biasa hidup dalam kesucian, dan terbiasa berenang di air. Yang lain tak kurindukan lagi. Aku tak sanggup berada di tempat yang kering."
Burung Gelatik menyahut:'aku hanyalah seekor burung yang mungil. tak mungkin aku dapat terbang sejauh itu,apalagi perjalanannnya sangat berat"
Burung Elang :" Saudara-saudaraku semuanya, kalian sudah tau bukan bahwa kedudukanku sangat tinggi disisi Raja, sehingga tak mungkin aku meninggalkan kedudukan semulia ini.
Burung yang lain (bukan nama burung): 'hai hudhud, hanya kau yang tau keberadaannya dan jika kau meminta kami menyertaimu sedangkan kami taksanggup, maka baiknya kau sendiri yang pergi kesana. kami tak bisa menyertaimu menghadap Raja.
(berlanjut………)
Merekapun mulai bersidang untuk memecahkan persoalan tersebut. Burung hudhud demikian tertarik dan dengan penuh harapan, ia maju kedepan. Burung hudhud, sebuah burung yang didadanya terdapat hiasan yang menandakan ia telah menguasai jalan ilmu rohani, jambul di kepalanya adalah mahkota kebenaran, dan iapun telah menguasai pengetahuan baik dan buruk.
"Saudaraku para burung,"kata Hudhud. "aku adalah salah seorang diantara mereka yang telah mengecap rahmat Tuhan. Aku adalah utusan dari alam gaib. Aku memiliki pengetahuan Ketuhanan dan rahasia makhluk-makhlukNya. Bila ada burung yang seperti aku, memiliki paruh bertanda nama Tuhan,bismilah, maka pantaslah ia untuk kalian ikuti, karena orang harus memiliki pengetahuan luas tentang rahasia alam gaib. Namun, hari-hari yang berseliweran tak ada putusnya dan aku tak punya sangkut paut lagi dengan apa dan siapapun. Seluruh diriku telah diliputi rasa cinta kepada Sang Raja. Aku bisa saja mendapatkan air dengan naluriku. Aku telah bercakap-cakap dengan nabi Sulaiman, beserta pengikut-pengikutnya yang utama. Sehari saja aku jauh dari sisinya, dikirimnya utusan kemana-mana untuk mencariku, sehingga kemuliaanku tak pernah berkurang karenanya. Akulah sahabatnya yag setia. Burung sahabat nabi yang punya mahkota dikepalanya.
Terbanglah kalian padaNya. Namun, mereka yang mampu terbang kesana adalah yang sanggup melepaskan belenggu diri sendiri. Bermurah hatilah sepanjang hidupmu, angkat kakimu dari bumi ini dan mulailah terbang sekarang juga. Tebanglah menuju istana sang Raja. Dia adalah raja dari sekalian burung. Dia dekat kepada kita, namun kita jauh darinya. Tempat persembunyiaNya sukar dicapai dan tak ada yang mampu mengucapkan tentangNya. Tak ada pengetahuan atau kepandaian yang mampu mengetahuiNya. Walau ribuan burung senantiasa merindukannya, pikiran tak mampu menguraikannya, jiwa yang murnipun tak dapat menggambarkannya. Dua penglihatan manusiapun akan buta dihadapanNya. Lantas apakah dapat kau jejakkan kaki dijalan itu dengan pikiran? Itu sama saja mengukur bulan dengan ikan kita.
Kau harus bekerja sekuat tenaga. Disertai senyum dan sesekali menangislah. Bersihkan dirimu dari kotoran hidup. Dengarlah. Pada mulanya si-Murgh terbang di atas negeri China, dan selembar bulunya jatuh disana, hingga membuat seluruh dunia tercengang karena keindahannya. Orang-orang mulai menggambarkan keindahan bulu itu dan dari gambar itulah tersusun sistem pemikiran, sehingga akhirnya kacau balau karena terlalu banyaknya. Bulu Si-Murgh itu masih tersimpan di negeri itu. Itulah sebabnya haditst nabi mengatakan "Carilah ilmu pengetahuan meski sampai ke negeri China."
Mendengar cerita Hudhud, burung-burungpun terpesona dan ramailah mereka membicarakan Sang Raja. Dan mereka terdorong untuk menjumpai Si-Murgh. Mereka semakin ingin menghadap Si-Murgh agar kedaulatan kerajaan dapat segera ditegakkan. Mereka mulai bersepakt untuk bekerjasama dan menahan diri (diri menjadi musuh). Namun saat mereka tersadar betapa beratnya jalan yang musti mereka jalani, beberapa dari mereka mulai bimbang dan mengemukakan alasan.
Burung Kenari berkata : ''seluruh umat manusia terpesona pada warna bulu Si-Murgh, lalu badanku ini yang mereka kurung. Maka hidupku diliputi kesedihan dan rindu, padahal buat terbang saja tidak bisa."
Burung Merak menyambut : "dulu aku hidup bersama Adam di sorga, namun akhirnya aku terusir bersama mereka. Maka tujuanku adalah kembali keasalku dan aku tak perlu bertualang mencari Si-Murgh."
Unggas menyahut:"aku telah biasa hidup dalam kesucian, dan terbiasa berenang di air. Yang lain tak kurindukan lagi. Aku tak sanggup berada di tempat yang kering."
Burung Gelatik menyahut:'aku hanyalah seekor burung yang mungil. tak mungkin aku dapat terbang sejauh itu,apalagi perjalanannnya sangat berat"
Burung Elang :" Saudara-saudaraku semuanya, kalian sudah tau bukan bahwa kedudukanku sangat tinggi disisi Raja, sehingga tak mungkin aku meninggalkan kedudukan semulia ini.
Burung yang lain (bukan nama burung): 'hai hudhud, hanya kau yang tau keberadaannya dan jika kau meminta kami menyertaimu sedangkan kami taksanggup, maka baiknya kau sendiri yang pergi kesana. kami tak bisa menyertaimu menghadap Raja.
(berlanjut………)
Komentar
Posting Komentar