Refleksi Perkuliahan filsafat (1.1)
Bismillah.
Kebenaran hak hanya milik Alla semata.
Pada perkuliahan pertemuan keempat, dosen kami menekankan materi kajian pada konsep diri, keharmonisan dalam diri, konsep isi dan wadah, dan hubungan kedirian seseorang dengan Sang kholiq.
Yang pertama adalah, konsep wadah dan isi. Tak pelak lagi bahwa pembahasan ini harus di awali dengan kesiapan mental iman kita. Mengapa? Ya jelas,supaya kajian ini dapat memperkokoh iman, bukan malah menjerumuskan. Konsep wadah yang dimaksud, dapat diartikan dunia ini. Sedangkan manusia salah satu isinya. Wadah dapat pula diartikan raga. Sedangkan ruh dalah isinya. Dalam diri perlu dwaspadai setiap kontradiksi yang terjadi,sebab inilah signal awal pencerahan ilmu yang apabila kta respon dengan positiv, akan menjadi bekal hidayah kita.
Penekanan konsep wadah dan isi berkali kali disampaikan dan ditekankan oleh dosen mengingat pentingnya konsep ini dimana setiap akhir dari suatu uraian, maka ditekankan kembali dengan "tetapkanlah hatimu seabagai imammu." setidaknya ini adalah penyaksianku yang subyektif.
setiap manusia hendaknya senantiasa terus meningkatkan dimensinya dengan menambah isi dari hidupnya, tentunya untuk dapat menampung setiap isi yang kita dapati, kita harus menyiapkan wadahnya juga. kita atur bagaimana supaya wadah kita dapat diisi terus , yaitu dengan memperbesar wadah kita. kita juga tidak boleh malas menguras wadah kita sesekali demi kebersihan wadah kita. demikianlah kurang lebihnya deskripsi yang saya gunakan.
Yang kedua mengenai posisi kedirian makhluk dengan sang Kholik. Sungguh nikmat apabila manusia dapat selalu bersanding dengan Tuhannya *(setidaknya ini yang sudah dirasakan para ulama dan _mungkin dosen kami). Hal ini digambarkan dengan dapat mengingatNya saat dimanapun dan kapanpun, bahkan dalam keadaan tertidur. Entah bagaimana caranya (ini yang menjadi pertanyaan yang baru saja dijawab secara lisan dalam perkuliahan selanjutnya, meski jawaban secara lisan itu belum mewakili keadaan yang sesungguhnya
... (berlanjut)
Kebenaran hak hanya milik Alla semata.
Pada perkuliahan pertemuan keempat, dosen kami menekankan materi kajian pada konsep diri, keharmonisan dalam diri, konsep isi dan wadah, dan hubungan kedirian seseorang dengan Sang kholiq.
Yang pertama adalah, konsep wadah dan isi. Tak pelak lagi bahwa pembahasan ini harus di awali dengan kesiapan mental iman kita. Mengapa? Ya jelas,supaya kajian ini dapat memperkokoh iman, bukan malah menjerumuskan. Konsep wadah yang dimaksud, dapat diartikan dunia ini. Sedangkan manusia salah satu isinya. Wadah dapat pula diartikan raga. Sedangkan ruh dalah isinya. Dalam diri perlu dwaspadai setiap kontradiksi yang terjadi,sebab inilah signal awal pencerahan ilmu yang apabila kta respon dengan positiv, akan menjadi bekal hidayah kita.
Penekanan konsep wadah dan isi berkali kali disampaikan dan ditekankan oleh dosen mengingat pentingnya konsep ini dimana setiap akhir dari suatu uraian, maka ditekankan kembali dengan "tetapkanlah hatimu seabagai imammu." setidaknya ini adalah penyaksianku yang subyektif.
setiap manusia hendaknya senantiasa terus meningkatkan dimensinya dengan menambah isi dari hidupnya, tentunya untuk dapat menampung setiap isi yang kita dapati, kita harus menyiapkan wadahnya juga. kita atur bagaimana supaya wadah kita dapat diisi terus , yaitu dengan memperbesar wadah kita. kita juga tidak boleh malas menguras wadah kita sesekali demi kebersihan wadah kita. demikianlah kurang lebihnya deskripsi yang saya gunakan.
Yang kedua mengenai posisi kedirian makhluk dengan sang Kholik. Sungguh nikmat apabila manusia dapat selalu bersanding dengan Tuhannya *(setidaknya ini yang sudah dirasakan para ulama dan _mungkin dosen kami). Hal ini digambarkan dengan dapat mengingatNya saat dimanapun dan kapanpun, bahkan dalam keadaan tertidur. Entah bagaimana caranya (ini yang menjadi pertanyaan yang baru saja dijawab secara lisan dalam perkuliahan selanjutnya, meski jawaban secara lisan itu belum mewakili keadaan yang sesungguhnya
... (berlanjut)
mana lanjutannya mas,
BalasHapus