Burungpun menggapai Raja (Si-Murgh)-part 2
Hudhud menjawab:
"Ingat, aku tidak boleh lalai menyampaikan nasehatku kepada kalian semuanya. apa yang menyebabkan kalian mencari-cari alasan seperti itu? apa hanya kalian telah terbiasa hidup enak? dan mengapa kita terlantarkan niat kita yang suci ini demi kesenangan?azam yang kuat dan cita-cita yang teguh mampu memusnahkan kesulitan yang ada."
Burung Elang :
"Lalu dengan cara bagaimana kami melaluinya untuk dapat menempuh perjalanan yang jauh dan sulit itu?
Hudhud menjawab:
"Kita harus menyeberangi tujuh lembah, baru kita bisa sampai kepada Baginda Raja. Sabarlah kalian semuanya, karena jika kalian telah sampai, kalian akan tetap berada dalam diri kalian buat selama-lamanya.
Lembah pertama adalah lembah pencarian,
Lembah kedua adalah lembah cinta,
Lembah ketiga adalah lembah pemahaman,
Lembah keempat adalah lembah kebebasan,
Lembah kelima adalah lembah kesatuan sejati,
Lembah keenam adalah lembah ketakjuban, dan
Lembah ketujuh adalah lembah kefakiran dan kefanaan.
dibalik itu,kalian tidak menemukan apa-apa.
Mendengar petunjuk dari Hudhud, kepala mereka terkulai dan rasa pilu mulai menekan hati mereka. Lebih lebih bagi mereka yang berbadan kecil seperti busur yang akan patah jika ditarik terlalu kencang. Setelah mereka memikirkan dan mempertimbangkannya, mereka segera berangkat mengarungi jalan yang panjang itu.
Bertahun-tahun lamanya mereka mengarungi gunung dan lembah, dan sebagian besar umur mereka dihabiskan di perjalanan. Pada akhirnya hanya sedikit yang benar-benar sampai ke tempat yang mulia itu. Banyak yang hilang di lautan, yang lain ada yang kelelahaan di puncak gunung, ada yang mati kehausan, ada yang sayapnya hangus dan hatinya terbakar matahari, ada yang dimangsa harimau, beberapa menjadi gila, ada yang saling membunuh memperebutkan bulir padi,dan sebagainya.
Ada yang tidak sampai karena terpikat sesuatu yang menarik saat ditengah jalan, ada yang tergoda kepuasan badaniah, sehingga lupa pada cita-cita luhur, yakni menemui rajanya. Maka diluar ribuan burung itu, tinggal tiga puluh ekor yang berhasil meski beberapa sudah tanpa sayap lagi.
Kini mereka berdiri di muka gapura istana SiMurgh yang tak terlukiskan dan tak terpahami hakekatnya. Kemudian sinar kepuasan menyala terang dihadapan mereka, dan kehidupan sirna dalam sekejap mata tersiram oleh cahayaNya. mereka lihat ribuan matahari, yang sinarnya berbeda satu sama lain.
Serentak mereka berseru:
"o, kau lebih gemilang dari surya..! matahari padam oleh sinarmu dan menjelma atom. bagaimana pulakah kami yang kecil ini? jauh dan penuh derita ini, adakah kami ini akan sia-sia? kami telah meninggalkan diri kami dan bebas dari belenggu benda-benda dunia, akan gagalkah kami bertemu raja kami? betapa kecilnya kami disini, bahkan kami tidak tahu kami ini ada atau tidak."
Mereka merasa putus asa dan menanti jawaaban dengan harap harap cemas. setelah sekian lama, kemudian pintu gerbang terbuka, dan muncul pengawal.
Pengawal berkata:
"dari manakah kalian datang, hai burung? apa yang kalian lakukan disini? di mana rumah kalian wahai burung malang?"
"kami datang kemari, untuk menghadap raja kami." jawab mereka.
karena begitu rindu dan cintanya kami, jadi beginilah keadaan kami.
dulu saat berangkat, kami berjumlah ribuan ekor, namun seiring waktu, hanya tinggallah kami yang tiga puluh ini. kami tak yakin menerima penghinaan dari raja kami. Baginda harus menyambut kami dan menerima dengan penuh kasih sayang."
Pengawal menjawab:
"O,burung yang kebingungan dan kesulitan, apakah kau ada atau tidak, raja tetap abadi. ribuan makhluk didunia ini tak lebih dari semut di depan gapuranya, apalagi kalian. Kembali sajalah kalian!"
"kami tetap bersikeras karena penghinaan sejatimya adalah penghargaan bagi kami." jawab burung.
setelah mengalami ujian ketabahan dari pengawal, akhirnya burung melihat pintu terbuka. sesaat mereka menyingkir kesamping, mereka melihat seratus tabir satu persatu tersingkap dan tampaklah dunia baru dihadapan mereka. Cahaya dari segala cahaya bersinar terang, dan mereka duduk seraya tunduk dihadapan baginda yang mulia.
Mereka mendapatkan kalam, barulah mereka menyadari tentang keadaan yang sebenarnya mengenai hati mereka. tenang, damai, lepas dari segala kesulitan, dan sadar bahwa SiMurgh telah tinggal bersama mereka. Kehidupan baru bersama SiMurgh telah mereka kecap. seluruh amal mereka lenyap tak berbekas. Sinar yang gemilang telah memberi nafas baru dalam hidupnya. Mereka menyadari awal yang tak berawal, akhir yang tidak berakhir. Mereka saling menterjemahkan dan diterjemahkan.
Mereka takjub karena sebelumnya tak menyangka bahwa mereka akan tetap menjadi diri mereka.
Akhirnya setelah mereka merenung dalam-dalam, mereka tahu bahwa merekalah SiMurgh itu sendiri. ketika mereka saling berpandangan, mereka dan Dia, tahulah mereka bahwa mereka dan Dia adalah satu dan wujud yang sama jua. Hal ini tak pernah mereka dengar sebelumnya.
Kemudian mereka tafakur, dan memohon kepada SiMurgh tanpa menggunakan lidah, agar mewahyukan kepada mereka rahasia kesatuan dan kepelbagaian wujud. SiMurgh pun menjawab tanpa mengucapkan sepatah katapun. (apabila pembaca ingin tahu jawaban SiMurgh, konsultasikan dengan pemuka agama anda, karena anda juga harus melewati perjalanan seperti para burung itu,hehe. _am)
':'lanjut':'
:) dapatkah penglihatan seekor semut mencapai bintang Soraya yang jauh di tak hingga? segala sesuatu telah engkau dengar. Dan ini bukanlah itu lagi. bilamana kalian telah menjalani lembah kerohanian, dan bilamana kalian memenuhi kewajiban, kalian menjadi seperti ini berkat tindakanKu sehingga kalian mampu melihat lembah kesempurnaanKu. kalian yang 30 takjub, tapi Aku lebih dari tiga puluh. Aku adalah hakekat sesungguhnya dari SiMurgh yang sebenarnya. Leburkanlah diri kalian dengan suka cita kedalam Aku. Dan didalam Aku kalian akan menemukan diri kalian.
Akhirnya mereka lebur selama-lamanya ke dalam SiMurgh. Bayang-bayangnya musnah ditelan matahari. khatam.
Ribuan generasi telah lewat, mereka meleburkan dirinya dalam baka. Namun ingat…..
Tak ada manusia yang dapat menguraikan dengan tepat apa itu mati atau baka. berhati-hatilah karena setan kesombongan selalu mengintai.
{}terinspirasi oleh :
ss.Ramadhan1429 H masjid syuhada.Yogyakarta: panitia ramadhan 1429 H
"Ingat, aku tidak boleh lalai menyampaikan nasehatku kepada kalian semuanya. apa yang menyebabkan kalian mencari-cari alasan seperti itu? apa hanya kalian telah terbiasa hidup enak? dan mengapa kita terlantarkan niat kita yang suci ini demi kesenangan?azam yang kuat dan cita-cita yang teguh mampu memusnahkan kesulitan yang ada."
Burung Elang :
"Lalu dengan cara bagaimana kami melaluinya untuk dapat menempuh perjalanan yang jauh dan sulit itu?
Hudhud menjawab:
"Kita harus menyeberangi tujuh lembah, baru kita bisa sampai kepada Baginda Raja. Sabarlah kalian semuanya, karena jika kalian telah sampai, kalian akan tetap berada dalam diri kalian buat selama-lamanya.
Lembah pertama adalah lembah pencarian,
Lembah kedua adalah lembah cinta,
Lembah ketiga adalah lembah pemahaman,
Lembah keempat adalah lembah kebebasan,
Lembah kelima adalah lembah kesatuan sejati,
Lembah keenam adalah lembah ketakjuban, dan
Lembah ketujuh adalah lembah kefakiran dan kefanaan.
dibalik itu,kalian tidak menemukan apa-apa.
Mendengar petunjuk dari Hudhud, kepala mereka terkulai dan rasa pilu mulai menekan hati mereka. Lebih lebih bagi mereka yang berbadan kecil seperti busur yang akan patah jika ditarik terlalu kencang. Setelah mereka memikirkan dan mempertimbangkannya, mereka segera berangkat mengarungi jalan yang panjang itu.
Bertahun-tahun lamanya mereka mengarungi gunung dan lembah, dan sebagian besar umur mereka dihabiskan di perjalanan. Pada akhirnya hanya sedikit yang benar-benar sampai ke tempat yang mulia itu. Banyak yang hilang di lautan, yang lain ada yang kelelahaan di puncak gunung, ada yang mati kehausan, ada yang sayapnya hangus dan hatinya terbakar matahari, ada yang dimangsa harimau, beberapa menjadi gila, ada yang saling membunuh memperebutkan bulir padi,dan sebagainya.
Ada yang tidak sampai karena terpikat sesuatu yang menarik saat ditengah jalan, ada yang tergoda kepuasan badaniah, sehingga lupa pada cita-cita luhur, yakni menemui rajanya. Maka diluar ribuan burung itu, tinggal tiga puluh ekor yang berhasil meski beberapa sudah tanpa sayap lagi.
Kini mereka berdiri di muka gapura istana SiMurgh yang tak terlukiskan dan tak terpahami hakekatnya. Kemudian sinar kepuasan menyala terang dihadapan mereka, dan kehidupan sirna dalam sekejap mata tersiram oleh cahayaNya. mereka lihat ribuan matahari, yang sinarnya berbeda satu sama lain.
Serentak mereka berseru:
"o, kau lebih gemilang dari surya..! matahari padam oleh sinarmu dan menjelma atom. bagaimana pulakah kami yang kecil ini? jauh dan penuh derita ini, adakah kami ini akan sia-sia? kami telah meninggalkan diri kami dan bebas dari belenggu benda-benda dunia, akan gagalkah kami bertemu raja kami? betapa kecilnya kami disini, bahkan kami tidak tahu kami ini ada atau tidak."
Mereka merasa putus asa dan menanti jawaaban dengan harap harap cemas. setelah sekian lama, kemudian pintu gerbang terbuka, dan muncul pengawal.
Pengawal berkata:
"dari manakah kalian datang, hai burung? apa yang kalian lakukan disini? di mana rumah kalian wahai burung malang?"
"kami datang kemari, untuk menghadap raja kami." jawab mereka.
karena begitu rindu dan cintanya kami, jadi beginilah keadaan kami.
dulu saat berangkat, kami berjumlah ribuan ekor, namun seiring waktu, hanya tinggallah kami yang tiga puluh ini. kami tak yakin menerima penghinaan dari raja kami. Baginda harus menyambut kami dan menerima dengan penuh kasih sayang."
Pengawal menjawab:
"O,burung yang kebingungan dan kesulitan, apakah kau ada atau tidak, raja tetap abadi. ribuan makhluk didunia ini tak lebih dari semut di depan gapuranya, apalagi kalian. Kembali sajalah kalian!"
"kami tetap bersikeras karena penghinaan sejatimya adalah penghargaan bagi kami." jawab burung.
setelah mengalami ujian ketabahan dari pengawal, akhirnya burung melihat pintu terbuka. sesaat mereka menyingkir kesamping, mereka melihat seratus tabir satu persatu tersingkap dan tampaklah dunia baru dihadapan mereka. Cahaya dari segala cahaya bersinar terang, dan mereka duduk seraya tunduk dihadapan baginda yang mulia.
Mereka mendapatkan kalam, barulah mereka menyadari tentang keadaan yang sebenarnya mengenai hati mereka. tenang, damai, lepas dari segala kesulitan, dan sadar bahwa SiMurgh telah tinggal bersama mereka. Kehidupan baru bersama SiMurgh telah mereka kecap. seluruh amal mereka lenyap tak berbekas. Sinar yang gemilang telah memberi nafas baru dalam hidupnya. Mereka menyadari awal yang tak berawal, akhir yang tidak berakhir. Mereka saling menterjemahkan dan diterjemahkan.
Mereka takjub karena sebelumnya tak menyangka bahwa mereka akan tetap menjadi diri mereka.
Akhirnya setelah mereka merenung dalam-dalam, mereka tahu bahwa merekalah SiMurgh itu sendiri. ketika mereka saling berpandangan, mereka dan Dia, tahulah mereka bahwa mereka dan Dia adalah satu dan wujud yang sama jua. Hal ini tak pernah mereka dengar sebelumnya.
Kemudian mereka tafakur, dan memohon kepada SiMurgh tanpa menggunakan lidah, agar mewahyukan kepada mereka rahasia kesatuan dan kepelbagaian wujud. SiMurgh pun menjawab tanpa mengucapkan sepatah katapun. (apabila pembaca ingin tahu jawaban SiMurgh, konsultasikan dengan pemuka agama anda, karena anda juga harus melewati perjalanan seperti para burung itu,hehe. _am)
':'lanjut':'
:) dapatkah penglihatan seekor semut mencapai bintang Soraya yang jauh di tak hingga? segala sesuatu telah engkau dengar. Dan ini bukanlah itu lagi. bilamana kalian telah menjalani lembah kerohanian, dan bilamana kalian memenuhi kewajiban, kalian menjadi seperti ini berkat tindakanKu sehingga kalian mampu melihat lembah kesempurnaanKu. kalian yang 30 takjub, tapi Aku lebih dari tiga puluh. Aku adalah hakekat sesungguhnya dari SiMurgh yang sebenarnya. Leburkanlah diri kalian dengan suka cita kedalam Aku. Dan didalam Aku kalian akan menemukan diri kalian.
Akhirnya mereka lebur selama-lamanya ke dalam SiMurgh. Bayang-bayangnya musnah ditelan matahari. khatam.
Ribuan generasi telah lewat, mereka meleburkan dirinya dalam baka. Namun ingat…..
Tak ada manusia yang dapat menguraikan dengan tepat apa itu mati atau baka. berhati-hatilah karena setan kesombongan selalu mengintai.
{}terinspirasi oleh :
ss.Ramadhan1429 H masjid syuhada.Yogyakarta: panitia ramadhan 1429 H
muncul dalam benak. untuk sekadar menduniakan cinta tanpa harus mencintai dunia...
BalasHapus